Tahapan- Tahapan Proses Reklamasi Hutan

  • Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
Monday, 27 June 2011 04:12
PDF
ADARO MANFAATKAN AIR BEKAS TAMBANG YANG LAYAK KONSUMSI
Pertambangan

PT. Adaro Indonesia (PT. Adaro) yang juga salah satu perusahaan produsen batubara terbesar di Indonesia memiliki komitmen untuk mengelola air bekas tambangnya untuk bisa dimanfaatkan.

Bila kebanyakan perusahaan tambang batubara sekadar mengolah air bekas tambangnya agar tidak mencemari lingkungan sekitarnya, tidak demikian halnya denganPT. Adaro.

Perusahaan yang memiliki konsesi tambang di sejumlah kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan ini termotivasi untuk mengolah air bekas tambangnya agar bermanfaat sekaligus mempunyai nilai tambang bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar.

Sebelumnya PT. Adaro memang telah menyuplai air untuk kebutuhan mandi ataupun mencuci bagi warga sekitar. Fungsi air seperti itu tak ubahnya dengan air dari sungai yang biasa dimanfaatkan masyarakat.

“Tapi kami berpikir jangan hanya sebatas itu. Air ini harus member nilai tambah, dengan demikian masyarakat dan Karyawan PT. Adaro pun bisa pula turut menikmati air yang kalau kita olah dengan baik menjadi layak minum” kata Kata Corporate Secretary PT. Adaro, Devindra Ratzarwin.

Sejak 2008,PT. Adaro melakukan terobosan dengan cara membangun sistem pengelolaan air bersih yang diberi nama Water Treatment Plant (WTP) T-300. WTP merupakan sistem pengolahahan air yang sesuai standar baku mutu. Sedangkan T-300 adalah nama salah satu ‘seam’ di tambang tutupan.

Melalui WTP, PT. Adaro telah mengaplikasikan konsep 3R (Reduce, Reuse, recycle) dalam operasional di lapangan untuk meminimalkan dampak dari kegiatan penambangannya terhadap lingkungan dan masyarakat. WTP T-300 tidak hanya mengubah air tambang menjadi air bersih, namun mampu meningkatkan kualitas air agar layak di konsumsi.

Proses awal pengolahan air di WTP adalah dengan melakukan penyesuaian terhadap pH (pH adjustment) atau biasa dikenal dengan netralisasi. Berikutnya proses coagulasi dan flocculasi yang berfungsi untuk menjernihkan atau mengendapkan partikel-partikel terlarut yang ada dalam air.

Saat ini PT. Adaro memiliki beberapa kolam pengendapan (settling pond) yang berfungsi mengelola air agar sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan Pemerintah. Secara rutin, tim yang bertugas memantau lingkungan (tim enviro) melakukan pengecekan secara rutin guna memastikan air yang keluar sudah sesuai dengan standar baku mutu.

Desa Padang Panjang dan Desa Dahai di Provinsi Kalimantan Selatan adalah Desa yang telah memanfaatkan air dari WTP yang dibangun oleh PT. Adaro. Pendistribusian air bersih tersebut selama ini dilakukan melalui truk-truk tanki yang disiapkan oleh perusahaan.

Pada Agustus tahun lalu PT. Adaro kembali melakukan inovasi dengan membangun jaringan pipa (pipanisasi) sepanjang 10 km. Melalui pipanisasi ini air bersih bisa langsung didistribusikan kepada masyarakat tanpa harus melalui tanki-tanki air lagi.

Kedepan, pengelolaan pipanisasi tersebut akan diserahkan kepada masyarakat melalui Badan Pengelola Air Bersih (Bapel-AB) yang merupakan cikal bakal Badan Usaha Milik Desa dengan Kepala Desa dan Badan Musyawarah Desa sebagai ketuanya.

Namun sebelumnya para karyawan atau pengelola Bapel-AB akan diberikan pelatihan terlebih dahulu mengenai manajemen dan teknis pelaksanaan pengelolaan air bersih, pendampingan, serta penyuluhan yang difasilitasi oleh PT. Adaro.

Selengkapnya silahkan baca di Majalah Mining and Environtment

 
Indonesian English German

Agenda Yg Akan Datang

Anggota FRHLBT

Currency Rates Table

Coal Prices Chart

6 Month Coal Prices - Coal Price Chart

IKLAN PROMOSI

Like Halaman FB Forum RHLBT

Polling Web Design

Bagaimana dengan Design Website ini?

Sangat Bagus
Bagus
Biasa saja
Kurang Bagus
Sangat Kurang

Current Results

Find us On Maps


View FRHLBT in a larger map

Video Gallery