Tahapan- Tahapan Proses Reklamasi Hutan

  • Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
Wednesday, 09 March 2011 04:00
PDF
SELAMATKAN PULAU OBI DARI PERTAMBANGAN
Pertambangan

Indonesia memiliki potensi kekayaan yang sangat luar biasa. Kekayaan tersebut salah satunya berupa bahan tambang yang jumlahnya melimpah ruah.

Hampir di seluruh penjuru wilayah Indonesia memiliki potensi sumberdaya tak terbarukan itu. Tak terkecuali di pulau-pulau kecil  seperti  pulau Obi yang terletak di  Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara yang potensi  tambangnya diminati banyak investor asing.

 

Dengan melihat potensi tersebut, kini Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan telah mengeluarkan beberapa Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada beberapa perusahaan yang sebagian besar dikuasai oleh perusahaan pertambangan asal Cina.

Di pulau yang memiliki luas 3.111 kilometer persegi dengan potensi sumberdaya tambang berupa nikel, bijih besi, dan batubara ini sudah ada empat Izin Usaha pertambangan yang dikeluarkan kepada beberapa perusahaan. Diantaranya PT. Gane Permai Sentosa, PT. Trimega Persada, PT. Gane Tambang Sentosa, dan Obi Prima Nikel.

Namun kehadiran perusahaan tambang disana dinilai sangat meresahkan warga. Banyak dari mereka yang mengeluhkan tidak adanya perubahan kondisi ekonomi selama perusahaan tambang tersebut beroperasi. Lingkungan di sekitar areal pertambangan pun juga mengkhawatirkan, hal ini dapat dilihat dengan banyaknya sungai-sungai yang tercemar akibat aktivitas pertambangan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan.

Ditemui dalam acara diskusi yang diselenggarakan oleh Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), di Retro Café Jakarta, Selasa (08/03), Jefri Daeng, salah seorang warga Pulau Obi mengakui dirinya dan warga di disana sudah mulai resah dengan makin maraknya pertambangan di pulau Obi. Banyaknya perusahaan asal Cina yang mengeruk tanah dari Pulau Obi untuk diangkut ke negaranya bahkan telah mengancam keberadaan masyarakat yang mendiami pulau tersebut.

“Obi adalah pulau yang sangat kecil sekali, sekarang pertambangan mulai marak disana, yang kami khawatirkan apa? Pulau ini sangat rawan gempa,  kalau hal ini tidak diantisipasi pulau ini bisa tenggelam. Apalagi para investor ini datang  hanya untuk mengambil tanah dan membawanya ke Cina” ujar Jefri.

Jefri juga mengeluhkan lemahnya kontrol pemerintah dan tidak adanya kepastian hukum bagi masyarakat terhadap aktivitas pertambangan di pulau dengan jumlah penduduk 17.000 jiwa tersebut.

“Kami ingin tanya sejauhmana pengawasan pemerintah selama ini?Jaminan dari Bupati pun tidak ada, Kami sudah berkali-kali menanyakan hal tersebut kepada Bupati namun sampai saat ini tidak ada kepastian hukumnya” ujarnya.

Selain itu, jangka waktu tiga puluh tahun yang diberikan Pemerintah Daerah Halmahera Selatan kepada perusahaan- perusahaan tersebut dinilai dapat mengancam keberadaan penduduk yang ada di Pulau Obi.

“Memang izin yang diberikan pemerintah adalah tiga puluh tahun, nah sekarang   saja baru beroperasi  satu satu tahun. Bisa bayangkan bila tanah yang dibawa setiap tahun itu sebanyak dua ratus ribu ton. Kalau semua perusahaan yang ada disana beroperasi, maka dalam jangka waktu 10 tahun tanah yang diangkut kira-kira  satu juta ton. Kita bisa hitung berapa lama tanah itu akan habis. Lalu kami mau ditaruh dimana?” ungkap Jefri.

Dengan adanya kegiatan pertambangan di Pulau Obi juga akan mengakibatkan hilangnya mata pencaharian masyarakat yang sebaian besar hidup dari bercocok tanam.

Jefri mengatakan “kami akan kehilangan lahan pertanian yang merupakan mata pencaharian kami turun –temurun. Kami hidup dengan pala, cengkih dan kelapa saja cukup koq. Kami orang Obi tidak miskin, kami cukup kaya, hanya saja pemerintah tidak mau melakukan langkah-langkah  untuk bagaimana mencari solusi dari apa yang kami hasilkan selama ini. Jadi menurut kami, tambang bukanlah  solusi terbaik untuk memperbaiki kondisi ekonomi kami”.

 

 

 
Indonesian English German

Agenda Yg Akan Datang

Anggota FRHLBT

Currency Rates Table

Coal Prices Chart

6 Month Coal Prices - Coal Price Chart

IKLAN PROMOSI

Like Halaman FB Forum RHLBT

Polling Web Design

Bagaimana dengan Design Website ini?

Sangat Bagus
Bagus
Biasa saja
Kurang Bagus
Sangat Kurang

Current Results

Find us On Maps


View FRHLBT in a larger map

Video Gallery